tawakkal bukan hanya untuk meraih kepentingan dunia saja
Tawakkal bukan hanya untuk meraih manfaat duniawi atau menolak bahaya dalam urusan dunia. Namun hendaknya seseorang juga bertawakkal dalam urusan akhiratnya, untuk meraih apa yang Allah ridhoi dan cintai. Maka hendaknya seseorang juga bertawakkal agar bagaimana bisa teguh dalam keimanan, dalam dakwah, dan jihad fii sabilillah. Ibnul Qayyim dalam Al Fawa’id mengatakan bahwa tawakkal yang paling agung adalah tawakkal untuk mendapatkan hidayah, tetap teguh di atas tauhid dan tetap teguh dalam mencontoh/mengikuti Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam serta berjihad melawan ahli bathil (pejuang kebatilan). Dan beliau rahimahullah mengatakan bahwa inilah tawakkal para rasul dan pengikut rasul yang utama.
Baca selebihnya »
Burung Saja Melakukan Usaha untuk Bisa Kenyang
Baca selebihnya »
Nasehatku Bagi Ahlus Sunnah (I)
Nasehatku Bagi Ahlus Sunnah (I)
Penulis: Syaikh Muqbil Bin Hadi Al-Wadi’i
http://darussalaf. or.id/stories. php?id=23
diambil dari milis sebelah
Hendaklah mereka menjauhi sebab-sebab perpecahan dan perselisihan , dimana aqidah Ahlus Sunnah satu dan visi mereka satu, tidak ada pada mereka alas an untuk berpecah dan berselisih kecuali kejahilan, kelaliman, dan syetan. Dalam Shahih Muslim:
“Sesungguhnya syetan telah berputus asa untuk disembah oleh orang-orang yang ahli shalat di jazirah Arab, hanya saja dengan dia menaburkan benih perpecahan diantara mereka.” Baca selebihnya »
7%
dari milis sebelah
Suatu ketika seorang manusia diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan Tuhannya dan berkata, “Tuhan ijinkan saya untuk dapat melihat seperti apakah Neraka dan Surga itu”.
Kemudian Tuhan membimbing manusia itu menuju ke dua buah pintu dan kemudian membiarkannya melihat ke dalam.
Baca selebihnya »
Mengejar Rahmat Allah
Alkisah, seorang ahli ibadah meninggal dunia. Saat hidupnya dia terkenal selalu beribadah kepada Allah Subhanallahu wa ta’ala. Shalatnya tekun dan khusyu’, baik yang wajib maupun yang sunnah, tak pernah lepas satu malampun dalam hidupnya dari shalat tahajud. Puasanya tak pernah lalai, dan bibirnya tak pernah berhenti dari berdzikir kepada Rabbnya. Ia selalu terlihat melakukan seluruh perintah Allah dan menjaga diri dari segala larangan-Nya.
Tips Meredam Marah
By errudi154 29/07/2007
dari http://www.perpustakaan-islam.com
Marah dan emosi adalah tabiat manusia. Kita tidak dilarang marah, namun diperintahkan untuk mengendalikannya agar tidak sampai menimbulkan efek negatif. Dalam riwayat Abu Said al-Khudri Rasulullah saw bersabda Sebaik-baik orang adalah yang tidak mudah marah dan cepat meridlai, sedangkan seburuk-buruk orang adalah yang cepat marah dan lambat meridlai (H.R. Ahmad).
Baca selebihnya »
DETIK-DETIK AKHIR KEHIDUPAN
DETIK-DETIK AKHIR KEHIDUPAN
Oleh : sis zainudin/1. Masyahidul Ihtidar oleh Syaikh Abdurrahman as-Syayiâ™ dan Sultan Fahd ar-Rasyid
diambil dari milis alumni sma 5 jakarta
Katakanlah: “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Rabbmulah kamu akan dikembalikan. (As-Sajdah:11)
Hari demi hari, bulan demi bulan, bulanpun berganti tahun. Berpuluh tahun yang lalu, waktu itu kita masih dalam rahim ibunda, kemudian terlahir menjadi bayi mungil yang menggemaskan, lalu tumbuh menjadi balita yang lucu, dilanjutkan dengan menjadi anak-anak, kemudian remaja dan jadilah seperti sekarang yaitu menjadi dewasa, menjadi orang tua anak-anaknya ataupun sudah mempunyai cucu. Karena sunnatullah, sebuah ketetapan dari Allah Subhanahu wa ta’ala seiring dengan berjalannya waktu kita manusia pasti akan berubah menjadi tua dan kemudian mati.
Bid’ah al Muwaazanah
dari milis assunnah
Fatwa imam al Albany tentang bid’ah al muwaazanah
Oleh: Agung Riksana
Pendahuluan
Segala puji bagi alloh, kita harus selalu memuji Nya, meminta bantuan Nya, dan memohon ampunan Nya. Kita berlindung kepada Alloh dari keburukan dari jiwa kita dan keburukan dari tidakan kita. Siapapun yang diberi petunjuk oleh Alloh, maka tidak ada seorangpun yang dapat menyesatkannya, dan siapapun yang tidak diberi petunjuk oleh Alloh, maka tidak ada seorangpun yang dapat memberikan petunjuk. Saya (Syaikh Al-Albany) bersaksi tiada satupun yang berhak diibadahi kecuali Alloh, dan hanya Alloh, tidak ada sekutu-sekutu Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Alloh.
Imam Muhammad nashiruddin al-Albani, Ahli hadist abad ini, berfatwa:
“Apa yang terjadi sekarang ini ditengah tengah perdebatan antara banyak orang-orang berkaitan dengan apa yang di sebut dengan… atau berkenaan dengan bid’ah baru yang disebut “al-Muwaazanah” (penyeimbangan antara kebaikan dan keburukan) berkaitan dengan mengkritik seseorang.



