As Salam

Pojok Renungan, Pembelajaran, Kajian tentang Islam

Himpunan Hadits

“Barangsiapa memberikan contoh yang baik dalam Islam maka baginya pahala dan pahala orang yang mengerjakannya sesudahnya tanpa dikurangi sedikit pun dari pahala mereka, dan barangsiapa yang memberikan contoh jelek dalam Islam maka atasnya dosanya dan dosa orang yang mengerjakan sesudahnya tanpa dikurangi sedikit pun dari dosa dosa mereka.” (HR. Muslim).
hadits abdullah bin mughaffal al-muzani radhyallahu anhu, bahwa nabi shalallahu alaihi wa sallam bersabda artinya:
“shalatlah sebelum maghrib, shalatlah sebelum maghrib” kemudian pada kali yang ketiga beliau mengatakan, “bagi siapa yang suka”
Shahih HR. al-bukhari (1129) dan Abu Dawud (1281)

Karena beliau khawatir orang2 akan menjadikannya sebagai sunnah ratibah (yang bersifat rutin)

Hadits anas bin malik, ia berkata, “Apabila muadzin selesai mengumandangkan adzan para sahabat Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam berdiri menuju tiang2 untuk mengerjakan shalat, hingga Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam keluar menemui mereka, sementara mereka sedang mengerjakannya. Mereka mengerjakan dua rakaat sebelum maghrib dan tidak ada sesuatupun yang memisahkan antara adzan dan iqamah.

Shahih, HR. al-bukhari (652) Muslim (837) dan selain keduanya.

hadits abdullah bin mughaffal al-muzani radhyallahu anhu, bahwa nabi shalallahu alaihi wa sallam bersabda artinya:
” Antara Adzan dan Iqamah terdapat shalat-beliau mengulanginya tiga
kali-bagi yang suka” Shahih, HR al-bukhari (624) Muslim (838).

Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

“Ana za’iimu baytin fii rabdhil jannatin liman tarakal miraa-a wa-in kaana muhiqqan, wa baytin fii wasathil jannati liman tarakal kadziba wa in kaana maazihan, wa baytin fii a’lal jannati liman hasuna khuluquHu” yang artinya “Aku menjamin sebuah rumah di surga paling bawah bagi siapa yang meninggalkan debat meskipun ia benar, sebuah rumah di surga yang tengah bagi siapa yang meninggalkan dusta meskipun bergurau, dan sebuah rumah di surga paling tinggi bagi siapa saja yang berakhlak baik”

[HR. Abu Dawud, hadits ini dihasankan oleh Syaikh Albani]

Rosulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Tidaklah suatu kaum tersesat setelah mendapat petunjuk, melainkan karena suka debat”
[HR. Ahmad, Tirmidzi, Shohihul Jami']

dari milis sebelah:
Ucapan ” Jazakallah khairan ” bilamana ada orang yang berbuat baik bagi kita itu haditsnya shahih , ini ana baca dalam buku Kumpulan Do’a dari Al-Qur’an dan as-Sunnah – Ust. Yazid bin Abdul Qadir Jawas – Pustaka Imam Asy-Syafi’i .
Menurut catatan kakinya Ust. Yazid menerangkan bahwa hadits tersebut terdapat di dalam HR. At-Tirmidzi no. 2035, an -Nasa-i dalam Amalul Yaum wal Lilah no. 180 dan Ibnu Hibban no. 3404. Lihat Shahiih al_jaami’ish Shaghir no. 6368 dan Shahiih at -Targhiib wat Tarhiib I/571 no,969.
Wallahu ta’ala a’lam bish-showab.

“Artinya : Bahwa seseorang berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Apa yang Allah kehendaki dan apa yang engkau kehendaki”. Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya, “Apakah kamu menjadikan aku sebagai tandingan bagi Allah? Tetapi katakanlah : “Apa yang dikehendaki Allah semata” Hadits hasan, lihat takhrijnya dalam risalah Syaikh Ali bin Hasan Al-Halabi Al-Atsari : At-tasfiyah wat-tarbiyyah : 61

Dari Ibnu Abbas radiallahu `anhu berkata: Seorang lelaki datang kepada Nabi Sallallahu `Alaihi Wasallam bertanya: Ya Rasulullah! Ibuku telah meninggal sedangkan dia masih berhutang puasa sebulan belum dibayar, apakah boleh aku membayarnya untuk ibuku? Baginda menjawab: Andaikata ibumu menanggung hutang apakah engkau yang membayarnya? Beliau menjawab: Ya. Maka Nabi Sallallahu `Alaihi Wasallam bersabda: Hutang kepada Allah lebih patut dibayarnya” (H/R Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan an-Nasaii)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya, jika tidak bisa maka dengan lisannya, jika tidak bisa juga maka dengan hatinya, itulah selemah-lemahnya iman” HR. Muslim dalam AI-Iman(49).

Diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda, “Artinya : Sesungguhnya manusia itu bila melihat kemungkaran tapi tidak mengingkarinya, maka dikhawatirkan Allah akan menimpakan siksaNya yang juga menimpa mereka.” HR. Ahmad (1/2,5,7,9), Abu Dawud dalam Al-Malahim (4338), At-Tirmidzi dalam At-Tafsir (3057), Ibnu Majah dalam Al-Fitan (4005) Seperti itu

2 Komentar »

  1. buat yg mau ikutan nambahin hadits disini – syaratnya shahih dan atau hasan – kalo bisa lengkap dengan sanad, silahkan titip komen disini, insya Allah akan di naikkan dilembar hadits.

    Komentar oleh coroayu | Desember 23, 2009 | Balas

  2. alhamdulillah

    Komentar oleh Haryadi Bartas Thea | Februari 22, 2013 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: