As Salam

Pojok Renungan, Pembelajaran, Kajian tentang Islam

IMAN

Pengajian malam sabtu kemaren tentang umul hadits, yaitu ketika malaikat jibril mengajarkan umat islam tentang agamanya. diriwayatkan suatu hari datang seorang pria ke hadapan Rasulullah SAW. pria itu kemudian duduk dihadapan Baginda Nabi begitu dekat, hingga lututnya menyentuh lutut Rasulullah SAW dan telapak tangannya diletakkan di lutut Rasul SAW. kemudian pria itu bertanya “Wahai Rasulullah, ajari aku tentang iman” Rasulullah SAW menjawab “Iman meliputi iman kepada Allah SWT, kepada rasul-rasulNya, kepada Malaikat-malaikat, kepada Kitab-kitab dan kepada Qodho dan Qodar.” dan pria itu berkata “benar ya Rasul” Kemudian ia berkata “ya Rasulullah, ajari aku tentang islam” Rasulullah SAW kemudian menjawab “Islam adalah Syahadat, shalat, puasa, zakat dan pergi haji bila mampu” pria itu pun berkata “benar ya Rasul” dan melanjutkan pertanyaannya “wahai Rasulullah, apakah ikhsan itu” Rasulluah SAW pun menjawab ” ikhsan adalah bila kau shalat/beribadah anggaplah Allah berada dihadapanmu, namun bila kau tak sanggup merasakan-Nya maka sesungguhnya Allah melihatmu” “benar ya Rasul” kata pria itu dan akhirnya ia bertanya tentang kiamat yang dijawab Rasulullah SAW bahwa yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya. kemudian pria itu pergi. para sahabat yang berada disana keheranan dengan kejadian tersebut, dan sebelum mereka bertanya, Rasulullah lebih dulu melontarkan pertanyaan “tahukan kalian siapa pria itu” para sahabat menjawab “tidak ya Rasul” kemudian dijawab Rasulullah SAW ” dia adalah Jibril, yang datang mengajarkan agamamu kepada mu”
setelah setengah jam pemberian materi yang intinya tentang iman dan keiklasan dalam beramal, acara diskusi santai dan tanya jawab dimulai sambil ditemani tahu bakso, setrup roti dan air aqua. acara ini favorit gw, soalnya -selain bisa menikmati hidangan – gue bisa nanya segala macem masalah hidup dan bisa ikutan ngasih pendapat tentunya dari segi agama semampu gue, karena ujung-ujungnya ustadnya juga yg ngasih jawaban.
ada satu bahasan diskusi kemaren yg bikin gw kaget…iman dianggap cacat tatkala kita masih meragukan masa depan …hiks…hiks… termasuk gue donk…gue selalu was-was tentang masa depan apalagi kalo ngomongin masa depan buat anak gue…padahal was-was itu dari setan (ada dalilnya lho tapi gue lupa)…mati kutu deh…
kalo agama boleh dilogika, “larangan” meragukan masa depan memang ada benernya karena meragukan masa depan idem dengan meragukan kuasane Gusti Allah, Yang Maha Mengetahui dan Maha Kuasa. Kekuasaan Allah meliputi segala sesuatu. Dalam Al Quran Allah berfirman : Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.[QS:59.22].Kepunyaan-Nya lah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.[QS:57.2]. logikanya gini: misalkan seorang dokter, spesialis kulit, ditanya mengenai obat panu, tapi kita meragukan obat yg diberikannya, tersinggung gak dokter itu? bisa nggak bisa iya. dokter tersebut bakalan marah2 kalo kita ngomong langsung ke dokter itu bahwa kita ragu akan obatnya, tapi dokter itu bisa cuek aja kalo misalnya obat itu tetep kita ambil tapi kemudian kita buang waktu kita dah nyampe dirumah karna dia gak tau. tapi bisa kita ngumpet dari Allah?

Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; Kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.[QS:57.4] Dialah yang memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati.[QS:57.6].
diujung pengajian, gue jadi cuma bisa manggut-manggut, gak berani lagi ngomong macem-macem. cuma ada satu kesimpulan buat gue…yang selama ini salah, mari dibenerin. Pintu ampunan Allah selalu terbuka untuk hambaNya yang mau memohon ampunan dengan sebenar-benarnya. perbanyak istigfar dan mohon ampunan, lalu perbaiki iman yang sempat cacat….

Maret 16, 2007 - Posted by | kajian

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: