As Salam

Pojok Renungan, Pembelajaran, Kajian tentang Islam

Mengejar Rahmat Allah

Alkisah, seorang ahli ibadah meninggal dunia. Saat hidupnya dia terkenal selalu beribadah kepada Allah Subhanallahu wa ta’ala. Shalatnya tekun dan khusyu’, baik yang wajib maupun yang sunnah, tak pernah lepas satu malampun dalam hidupnya dari shalat tahajud. Puasanya tak pernah lalai, dan bibirnya tak pernah berhenti dari berdzikir kepada Rabbnya. Ia selalu terlihat melakukan seluruh perintah Allah dan menjaga diri dari segala larangan-Nya.

Saat Yaumil Hisab, Allah bertanya padanya “Hai Fulan, apa yang menyebabkan kau masuk surgaKu?” “Shalatku yang khusyu’ hanya kepadaMu, wahai Rabbku” ia menjawab. Allah berfirman “Salah, masuklah kau kedalam neraka” kemudian malaikat melemparnya kedalam neraka.

Setelah beberapa waktu menjalani siksa neraka, si Fulan dipanggil dan ditanya lagi oleh Allah. “Apa yang menyebabkan kau masuk surga?” dijawabnya “puasaku yang wajib dan yang sunnah yang ikhlas ku lakukan untuk memohon ridhaMu ya Tuhanku”. “Salah, kembalikan ia ke dalam neraka” firman Allah, dan si Fulan kembali dilemparkan kedalam neraka.

Setelah beberapa waktu dalam siksa neraka, si Fulan kembali dipanggil dan ditanya pertanyaan yang sama oleh Allah Azza wa jalla, dijawabnya dengan menyebutkan amal ibadahnya satu persatu namun semua jawabannya salah dihadapan Allah, dan ia pun harus kembali dilemparkan ke dalam neraka, demikian berulang-ulang, hingga ia tak lagi punya satu amalan untuk menjawab pertanyaan Allah tersebut, maka berfirmanlah Allah Subhanallahu wa ta’ala “Ketahuilah hai hambaKu, sesungguhnya yang menyebabkan kau masuk surga adalah kasih sayang (rahmat)-Ku”.

Kisah diatas sejalan dengan hadits Rasulullah r berikut

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu anhu: ia berkata : Dari Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda: Tidak seorang pun di antara kalian yang akan diselamatkan oleh amal perbuatannya. Seorang lelaki bertanya: Engkau pun tidak, wahai Rasulullah? Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam menjawab: Aku juga tidak, hanya saja Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadaku akan tetapi tetaplah kalian berusaha berbuat dan berkata yang benar (HR Muslim, Hadits marfu’, mutawatir Nomor: 5036 )

Demikian juga hadist qudsi berikut:

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda: Neraka dan surga saling berdebat, lalu neraka berkata: Aku dimasuki oleh orang-orang yang suka menindas dan sombong. Surga berkata: Aku dimasuki oleh orang-orang yang lemah dan miskin. Lalu Allah berfirman kepada neraka: Kamu adalah siksa-Ku, Aku menyiksa denganmu siapa yang Aku kehendaki. (Atau Allah berfirman: Aku menimpakan bencana denganmu kepada orang yang Aku kehendaki). Dan Allah berfirman kepada surga: Kamu adalah rahmat-Ku, Aku limpahkan rahmat berupa kamu kepada siapa yang Aku kehendaki. Dan masing-masing kamu memiliki penghuninya sampai penuh (HR. Muslim Nomor: 5081 )

Dari kisah diatas, dapat kita tarik pelajaran, bahwa tak layaklah kita sebagai hamba membanggakan segala amal ibadah kita kepada Allah, seberapa tekun, ikhlas, khusyu’ atau banyaknya amal ibadah kita, yang mana sifat tersebut (membangga-banggakan amal ibadah) dapat menjerumuskan kita kedalam kerugian besar, sebagaimana firman Allah :

Maka apakah mereka merasa aman dari adzab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari adzab Allah kecuali orang-orang yang merugi. (Al-A’raf: 99).

Akan tetapi semua itu (amal ibadah) adalah bukti syukur kita atas nikmat-nikmat yang telah Allah berikan kepada kita.

Dan janganlah kita berputus asa mengharap rahmat Allah, sebagaimana firman Allah dalam Al Qur’an : Ibrahim berkata, “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang-orang yang sesat.” (Al-Hijr: 56).

Oktober 11, 2008 - Posted by | renungan |

1 Komentar »

  1. tulisan anda mengingatkan saya untuk terus bersukur atas semua yang udah dititip-Nya pada saya. thx

    Komentar oleh wyd | Oktober 11, 2008 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: